Life is an adventure...... Adventures that teach you many things, especially if you live the adventure with the Lord
Selasa, 06 Desember 2011
Mereka dan Kita
Diawal bulan Desember ini, setelah sekian lama absen di blog ini.... aq mengucap syukur sama Tuhan untuk semua hal yang sudah Dia berikan padaku, mulai dari hal yg kecil, sedikit menyusahkan (^__^) sampai yg besar dan menyenangkan!!!!
Sekarang, aq berada dimalang yg dulunya kota ini merupakan kota dingin dengan keadaan kota yg benar2 nyaman. Tapi untuk saat ini, Malang sudah tidak sama lagi dengan yg dulu. Malang sudah menjadi kota panas (tp yg pasti tdk sepanas kota Surabya), dengan kesibukan yg luar biasa (byk sekali kendaraan dijalan2 sampe2 Malang jg ikutan macet!!!!). tapi ya sudahlah, bukan itu yg akan q bahas disini.
Saat ini waktuku habis bersama dengan anak2 yg berbeda latar belakang, karakter, tingkat kemampuan, juga tingkah laku... Hffffftttt, tahukah kalian? Sangat tidak mudah ternyata mengajar mereka...(sempat frustasi, apalagi diawal2 mengajar mereka yg berusia 3-4 tahun....seperti NERAKA rasanya!!!!heheheheheheheh.........). Bingung, kesal, dan semua perasaan bercampur aduk seperti gado2 (^___^). Apalagi jika menghadapi anak2 yg mjd trouble maker alias pembuat onar di kelas (sumpeeehhhh ni anak bwt gw pengen teriak sekenceng2nya didepan kelas...tp untunglah itu gak terjadi....hahahah...). Yg lebih hebohnya, kalo gw bicara n ngajarin mereka, mereka malah nyuekin gw trus bicara sendiri!!! (haaadddduuuuhhh....pengen gw tabok beneran!!!!). Tapi, seiring berjalannya waktu, ternyata perasaan itu hilang dan digantikan dgn perasaan yg kontras bgt! Aku melihat mereka bukan bkn lg sbg oknum yg menyebalkan dan layak dimarahi tp sbg oknum yg menyenangkan, lucu dan layak dikasihi.
Diawal2, aq mengajar mereka dengan kepala bkn dgn hati. Dan hasilnya tentu saja spt yg kalian lihat diatas. Ternyata anak2pun dpt merasakan apa yg kita rasakan ketika bersama dgn mereka. Kalau kita bersama dgn mereka dan dgn perasaan spt yg q rasakan dulu, mereka tahu dan otomatis mereka merasa tdk nyaman dgn itu. Ketika aq menyadari itu, aq mau merubah sikap dan perasaanku terhadap mereka. Ini gak gampang. Memang, dulu aq jg mengajar anak2 sekolah minggu dan aq sangat menikmati itu. Tapi kondisi yg q alami skrg sgt berbeda dgn yg q alami waktu aq mengajar sekolah minggu. Mulai dr usia, latar belakang kepercayaan, sampai latar belakang keluarga. Tuhan yg merubah cara berpikirku juga semua perasaanku terhadap mereka. Sekarang, justru aq sangat menikmati saat2 bersama dgn mereka. Aq mengasihi mereka, dan ketika mereka melakukan sebuah “keonaran” aq melihat itu sebagai kelucuan. Faktanya, ketika kita memberikan hati kita untuk mengajar mereka, mereka akan mendengar kita dan melihat kita sbg org yg memberi kenyamanan bagi mereka.
Mereka adalah anak-anak yg juga manusia yg diciptakan dan dikasihi Allah. Tapi mereka bukanlah manusia dewasa yg dikerdilkan. Cara berpikir mereka berbeda, cara mengajar mereka berbeda, dan perbedaan yg mereka miliki dgn manusia dewasa justru mjd pembelajaran bagi manusia dewasa. Tahukah kita, dgn kata2 atau kalimat2 yg mereka lontarkan dgn kepolosan, ada makna yg terkandung didlmnya asalkan kita mau mendengar dan menyimak dgn mendalam. Memberikan hati bagi mereka bukanlah hal yg sulit, asal kita mau memberi diri kita kepada Tuhan juga kepada mereka!
Rasanya sulit jika harus berpisah dgn mereka. Sekarang, mereka mjd sahabat2 kecilku dan mereka mjd penyemangatku. Yg dulunya mereka selalu membuatku kesal dgn tindakan mereka yg tidak taat, skrg mereka selalu taat jika aq mengingatkan (yah...meskipun kadang2 hanya bertahan beberapa menit ^___^ tp tak apa2, yg penting mereka mengingat kata2 yg aq berikan kpd mereka yaitu TAAT).
Special thanks for DIKA, VAREL, MAHESA, ZULFI. Thanks God for them. Mereka membuat saya untuk merubah pola pikir saya.....
Langganan:
Komentar (Atom)
