Kamis, 13 Desember 2012

Dia merangkulku (lagi)

Masih segar dalam ingatanku bagaimana 5 tahun yang lalu aku bertemu dan mempunyai hubungan yang dekat dengan 2 orang yang sekarang aku menyebut mereka sebagai ‘orang tua rohani’. Mereka bukan berasal dari bangsa Indonesia sepertiku, tapi justru karena itulah yang membuat aku mengagumi mereka. Aku bisa semakin mengenal dan mengasihi Tuhan karena bimbingan juga keteladanan mereka. Hidup mereka sangat memberkatiku. Ketika harus berpisah dengan mereka, rasanya sedih sekali tapi tanpa sepengetahuanku ternyata mereka selalu berdoa buatku, bahkan mereka selalu menantikan kabar dariku. Meskipun mereka orang yang sangat dihormati, tapi mereka tidak segan melakukan sesuatu yang seharusnya tidak perlu mereka lakukan. Sungguh suatu keteladanan yang luar biasa! Keberadaan mereka selalu membawa damai bagiku juga bagi orang lain disekitar mereka. Aku tahu mereka bisa seperti itu karena KASIH TUHAN YESUS yang hidup dalam hidup mereka. Kemarin, tanggal 9 Desember 2012 bapak ‘L’ datang kegerejaku setelah 2 tahun tidak bertemu. Tidak ada yang berubah dengan bapak ini, kecuali fisiknya yang sudah semakin tua. Jujur, kali ini kedatangannya sangat membawa pengaruh dalam hidupku. Bukan karena sesuatu yang dia punya, tapi setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya ketika berkhotbah kembali mengingatkanku akan keberadaan YESUS dihidupku. Aku melihat YESUS dalam kehidupan bapak ini. Selama ini aku menjalani keseharianku sebagai kebiasaan termasuk ketika aku berkomunikasi denganNya. Kehidupan bapak ini mengingatkanku apakah aku bisa membawa dampak bagi orang lain seperti bapak ini yang membawa dampak bagiku. Aku yakin, bapak ini bisa menjadi dampak karena dia punya hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan. Sedangkan aku? Hubunganku dengan Tuhan terasa hambar, bukan karena Tuhan yang menjauh dariku tapi karena aku yang menjauh dariNya. Hari ini (10 Desember 2012), ketika bapak ‘L’ akan pulang, dia merangkulku dan entah kenapa aku menangis. Satu hari ini aku seperti ingin menangis terus, akhirnya ketika aku pulang kerja aku merasakan bahwa Tuhan Yesus merangkulku lagi. Dia menerimaku meskipun aku sudah menjauh dariNya, sepanjang jalan aku menangis dan gak berhenti mengucapkan terimakasih Tuhan.... hmmmm, ada damai yang kurasakan hari ini  Aku juga bersyukur, lewat bapak ‘L’ aku bisa merasakan pelukanNya lagi.... Aku mau menjadi dampak bagi orang lain, membawa damai untuk orang-orang yang ada disekitarku. Terimakasih Tuhan, terimakasih pak ‘L’ dan bu ‘P’. Senang bisa mengenal kalian....