Life is an adventure...... Adventures that teach you many things, especially if you live the adventure with the Lord
Kamis, 24 Juli 2014
seperti awal lagi
4 hari yang lalu, sekolah memulai tahun ajarannya. Itu artinya akan ada banyak anak baru yang masuk ke sekolah. Perlu diingat, saya adalah guru yâñg mengajar anak-anak dengan usia 2-3 tahun. Buat saya (dan hampir semua guru yang mengajar anak dengan usia 2-3 tahun), akan sepakat dengan saya bahwa tahun ajaran baru adalah masa-masa menyiksa. Bagaimana tidak? Saya harus berjibaku dengan anak-anak yang menangis, berteriak, belum lagi dengan para orangtua yang ingin cepat melepaskan anaknya. Ketika mulai mengajar, saya harus bisa mengeluarkan suara yang lebih besar dari suara tangisan anak-anak itu. Alhasil, suara saya pasti serak setelah itu..hahaha
Dan kejadian ini akan terus berlangsung selama kurang lebih 1 bulan! Aaahh..seperti ingin melarikan diri rasanya. Saya harus melakukan ini dari tahun ke tahun, setiap awal tahun ajaran.
Memang berat, tapi saya selalu puas ketika melihat mereka naik kelas. Saya lebih gembira ketika saya berhasil menjadi "teman" mereka yang membuat mereka nyaman. Aaaahhh...setiap kembali ke awal selalu capek, tapi ada kepuasan juga setelah itu..
Rabu, 18 Juni 2014
tangan yang besar
Saya sangat menikmati saat-saat bersama dengan murid saya. Dengan umur mereka yg masih belia (2-3 thn), saya tidak boleh lengah memperhatikan mereka saat bermain. Yang sering terjadi ketika mereka bermain, saya menemukan bahwa mereka sangat perlu bantuan orang yg lebih dewasa. Tapi saat saya mendatangi mereka dan "mencoba" membantu mereka, saya sedikit terkejut karena mereka berkata "enggak ms, aku bisa sendiri". Oke, saya biarkan mereka melakukan sendiri apa yg mereka anggap bisa untuk dilakukan sendiri, tapi saya tetap mengawasi mereka. Tidak jarang juga mereka jatuh atau harus mengulangi lagi. Tapi, mereka benar-benar pejuang sejati ^O^
Setelah bermain, biasanya saya akan meminta mereka untuk clean up, lalu kâmi berdoa bersama. Dan hari kedua dâlâm satu minggu, kami akan ke aula untuk mendengarkan cerita Alkitab. Menuju aula, sâýa harus mengajak mereka berbaris. Namanya anak-anak, seperti yg sudah ada dipikiran kita, mereka akan berebut untuk berada dibarisan paling depan (kita yg sudah dewasa biasanya malah suka dgn tempat yg paling belakang, bener gak?haha). Untuk mengantisipasinya, saya sudah punya urutan siapa yang akan ada didepan, setiap hari harus bergantian. Kalau tidak, mereka akan protes (percaya atau tidak, mereka menantikan pergantian itu). Saat seorang anak berada dibarisan depan, saya menggenggam tangannya yg kecil dgn tangan saya yg besar. Lalu anak ini seperti tidak suka dengan apa yang saya lakukan padanya. Kemudian dia berusaha melepaskan tangan saya. Lalu dia memegang salah satu jari saya tanpa mau digenggam oleh tangan saya. Oke, saya ijinkan dia melakukannya. Akan tetapi, tiba-tiba sesuatu terjadi. Anak ini tersandung dan hampir jatuh. Saya tidak peduli dia suka atau tidak, tangan saya langsung menggenggam tangannya supaya dia tidak jatuh. Kemudian saya berkata padanya "Clara, ms akan pegang tanganmu supaya kamu tidak jatuh. Clara boleh pegang jarinya ms, tapi Clara juga harus mau dipegang sama ms. Ya?" Kemudian dia mengangguk.
Setelah jam sekolah selesai, saya teringat kejadian itu. Saya kemudian membandingkannya dengan kehidupan saya bersama Tuhan. Seringkali saya merasa bisa mengerjakan segala sesuatu sendiri tanpa bantuanNya. Namun, seperti saya yang tidak berhenti mengawasi murid saya, pasti Dia lebih lagi melakukannya pada saya. Dan ketika saya hampir terjatuh, tanganNya yang besar terus menggenggam tangan saya supaya saya tidak terjatuh.
Besar setiaMu Tuhan :')
Kamis, 05 Juni 2014
seperti donat
Menjelang hari paskah, kâmi para guru harus mengajarkan lagu2 tentang paskah (kematian, kebangkitan Yesus). 2 minggu ini saya mÊmakai kesempatan ini utk mengenalkan Yesus kepada murid2 saya. Oya, perlu diketahui murid saya berumur 2-3 tahun.
Yesus harus dikenâlkan sejâҜ dini kepada mereka, terlebih lagi ada beberapa anak dikelas saya yg latar bel âҜâñgñýâ bkn Kristen. Tentu ini kesempatan yg tdk boleh di$Îa-siakan. saya mulai mengajarkan lagu ttg hati yg kosong bila mereka tdk mengundang Yesus masuk kedlm hatinya. Lagu itu seperti ini:
Hidup tanpa Yesus seperti donat, seperti donat, seperti donat
Hidup tanpa Yesus seperti donat, ada lubang kosong ditengah hatimu.
Berulang kâli saýâ menyanyikan lagu itu dan kemudian menjelaskannya. Sambil membawa mainan donat2an saýâ bernyanyi didepan kelas (tentu mereka juga mengikuti saya bernyanyi).
Beberapa hari kemudian, saya dibuat kaget oleh salah seorang murid. Dia mendatangi saya kemudian mengambil mainan donat2an lalu bernyanyi lagu seperti donat. Saya senang ternyata mereka ingat dgn lagu itu. Saya berharap Roh Kudus bekerja dâlam hidup mereka sampai mereka dewasa sehingga hati mereka tdk kosong seperti donat ˋ▽ˊ
Satu hal yg saya pelajari, meskipun usia mereka masih terlalu dini (2-3 tahun) tapi Injil keselâmatan harus didengar oleh mereka. Sayapun bersyukur karena saya mÊñjadi bagian dalam hidup mereka. Saýâ tidak sabâr melihat mereka ketika dewasa...hahahâ....
PerasaanNya
Hari ini, ketika saya mengajar di kelas.. Saya menemukan salah satu murid saya melakukan hal yang sebenarnya sudah sering saya ajarkan bahwa "itu" tdk baik. Saya ingatkan murid itu, tp ternyata dia masih suka dgn tindakan yg salah itu. Lalu saya mendisiplin dia, saya merasa sedikit sedih dan kecewa.
Dan, saya kemudian membandingkan kejadian hari ini dgn kehidupan saya. Seringkali sayapun melakukan tindakan yg sebenarnya saya tahu itu salah, saya sudah diingatkan oleh Tuhan tp msh suka dgn "tindakan itu". Dan Dia pasti akan mendisiplin saya. Tapi, saya mulai sadar. Kesedihan dan kekecewaan yg saya rasakan pada murid itu, mungkin jg dirasakan olehNya. Bahkan perasaan itu lebih dari apa yg saya rasakan.
Forgive me Jesus :')
Anak = Saya
Setiap kali saya masuk kekelas, saya sering menemukan diri saya berkata pada murid saya "......., bisa taat?" Lalu murid itu akan berkata "ya, bisa"
Tapi, beberapa menit kemudian saya akan mengucapkan kata2 itu lagi. Krn dia mulai tdk taat lagi.
Saya berpikir, mungkin itu jg yg Tuhan lakukan pada saya. Setiap kali Dia akan terus mengingatkan saya utk taat kepadaNya, dan seringkali Dia harus mengulangi kata2 itu. Spt sâýa yg tdk pernah bosan mengulangi, pasti Dia lebih lagi tdk akan pernah bosan.. #thanksGod
Rabu, 09 April 2014
perjuanganmu akan diberkati, papa
Beberapa bulan ini saya dan keluarga disibukkan dgn kegiatan utk mendukung papa maju menjadi anggota legislatif. Saya sangat bangga dengan beliau, bkn hanya krn dia adl papa saya. Tapi setiap pernyataan dan tindakannya yg membuat saya kagum. Kadangkala ada rasa capek, lalu rasa iba ketika melihat perjuangan papa dan mama dalam mensosialisasikan papa sbg caleg (calon legidlatif). Mereka pergi pagi utk membagi kartu nama, lalu sore pulang kemudian dilanjutkan malam hari memasang banner. Tanpa ada satu orgpun yg dibayar utk membantu. Saya percaya Tuhanpun melihat perjuangan papa.
Hari ini, selesai sudah perjuangan itu. Tuhan, kami sudah mengerjakan apa yg menjadi bagian kami. Selebihnya, biarlah engkau yg mengerjakan bagianMu. Engkau pasti akan memberikan yg terbaik buat papa.
Langganan:
Komentar (Atom)