Life is an adventure...... Adventures that teach you many things, especially if you live the adventure with the Lord
Rabu, 18 Juni 2014
tangan yang besar
Saya sangat menikmati saat-saat bersama dengan murid saya. Dengan umur mereka yg masih belia (2-3 thn), saya tidak boleh lengah memperhatikan mereka saat bermain. Yang sering terjadi ketika mereka bermain, saya menemukan bahwa mereka sangat perlu bantuan orang yg lebih dewasa. Tapi saat saya mendatangi mereka dan "mencoba" membantu mereka, saya sedikit terkejut karena mereka berkata "enggak ms, aku bisa sendiri". Oke, saya biarkan mereka melakukan sendiri apa yg mereka anggap bisa untuk dilakukan sendiri, tapi saya tetap mengawasi mereka. Tidak jarang juga mereka jatuh atau harus mengulangi lagi. Tapi, mereka benar-benar pejuang sejati ^O^
Setelah bermain, biasanya saya akan meminta mereka untuk clean up, lalu kâmi berdoa bersama. Dan hari kedua dâlâm satu minggu, kami akan ke aula untuk mendengarkan cerita Alkitab. Menuju aula, sâýa harus mengajak mereka berbaris. Namanya anak-anak, seperti yg sudah ada dipikiran kita, mereka akan berebut untuk berada dibarisan paling depan (kita yg sudah dewasa biasanya malah suka dgn tempat yg paling belakang, bener gak?haha). Untuk mengantisipasinya, saya sudah punya urutan siapa yang akan ada didepan, setiap hari harus bergantian. Kalau tidak, mereka akan protes (percaya atau tidak, mereka menantikan pergantian itu). Saat seorang anak berada dibarisan depan, saya menggenggam tangannya yg kecil dgn tangan saya yg besar. Lalu anak ini seperti tidak suka dengan apa yang saya lakukan padanya. Kemudian dia berusaha melepaskan tangan saya. Lalu dia memegang salah satu jari saya tanpa mau digenggam oleh tangan saya. Oke, saya ijinkan dia melakukannya. Akan tetapi, tiba-tiba sesuatu terjadi. Anak ini tersandung dan hampir jatuh. Saya tidak peduli dia suka atau tidak, tangan saya langsung menggenggam tangannya supaya dia tidak jatuh. Kemudian saya berkata padanya "Clara, ms akan pegang tanganmu supaya kamu tidak jatuh. Clara boleh pegang jarinya ms, tapi Clara juga harus mau dipegang sama ms. Ya?" Kemudian dia mengangguk.
Setelah jam sekolah selesai, saya teringat kejadian itu. Saya kemudian membandingkannya dengan kehidupan saya bersama Tuhan. Seringkali saya merasa bisa mengerjakan segala sesuatu sendiri tanpa bantuanNya. Namun, seperti saya yang tidak berhenti mengawasi murid saya, pasti Dia lebih lagi melakukannya pada saya. Dan ketika saya hampir terjatuh, tanganNya yang besar terus menggenggam tangan saya supaya saya tidak terjatuh.
Besar setiaMu Tuhan :')
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar