Life is an adventure...... Adventures that teach you many things, especially if you live the adventure with the Lord
Sabtu, 17 Januari 2015
Selasa, 13 Januari 2015
mungkin seperti itu hatiNya
13 Januari 2015hari ini saya akan bercerita tentang anak didik saya (lagi). Sungguh menyenangkan bersama mereka hari ini. Sayapun belajar beberapa hal dari peristiwa yg terjadi didalam kelas saya hari ini. saya akan mulai ceritanya..jeng..jeng..
Ketika jam hampir menunjukkan pukul12.15, itu berarti semua anak harus mengambil tas dan memegâng tali untuk berbaris. Saya berada didepan untuk memegang tali sehingga anak2 tahu dimana mereka harus berbaris. Dan disaat mereka 'berebut' untuk memegang tali, sesuatu terjadi. Salah seorang anak (kita sebut saja A) mencubit pipi anak yg lain (kita sebut saja B), mungkin karena dia ingin ada diposisi anak B. Otomatis anak B menangis dengan kencang karena sakit yg dia rasakan (dan betul, itu pasti sakit. Karena timbul bekas dari cubitan itu). Spontan saya langsung berteriak! "Eeehhh...A!!!!!" Lalu saya menarik tangan anak A, mengatakan bahwa itu BAD (tidak baik). Saya meminta anak A untuk meminta maaf pada anak B. Ketika saya menjelaskan bahwa apa yg dia lakukan itu tidak baik, anak ini justru menangis. Dan jadilah, tangisan semakin kencang karena kedua anak itu menangis. Lalu saya menuju anak B, memeluk dia dan berkata "sakit ya?" Entah kenapa, saya seperti bisa merasakan sakitnya dan ingin menangis juga. Anak B ini kemudian bisa tenang ketika saya memeluknya. Kedua anak itu ada dihadapan saya. Dan saya masih meminta anak A untuk minta maaf, lagi2 dia menolak dengan menangis. Anak B yg mungkin masih tidak bisa melihat anak A karena apa yg dia lakukan, langsung menangis juga (padahal saya sudah bisa menenangkan dia). Akhirnya, saya menggendong anak B kedepan gerbang sekolah dan menunggu orangtuanya menjemput. Setelah orangtua anak B datang, sebenarnya ada rasa takut untuk menjelaskan apa yg terjadi. Tapi saya harus menjelaskan dengan keberanian yg saya tumbuhkan sepersekian detik dari jarak antara gerbang dengan mobil orangtua anak B. Setelah selesai mengantar dan menjelaskan, saya kembali kepada anâҜ A untuk sekali lagi memberi tahu apa yg dia lakukan itu BAD dan saya tidak suka itu. Awalnya dia tidak mau tahu karena dia selalu memalingkan wajahnya. Tapi akhirnya dia menyadari bahwa dia salah, karena saya melihat raut mukanya dan dia tertunduk ketika saya berkata bâhwa saya tidak suka itu.
KetIka saya dalam perjalanan pulang dari tempat bekerja, saya kembali mengingat kejadian dikelas. Lalu saya diingatkan bagaimana Tuhan kepada saya. Disaat saya disakiti, dan saya merasa sakit, Tuhan melihat kesakitan saya dan ikut merasakannya. Dia tidak tinggal diam, Dia memeluk saya supaya saya bisa tenang. Ooohhh...Tuhan, jadi mungkin seperti saya merasakan sakit yg dirasakan anak B tadi, Engkaupun memiliki hati seperti itu ketika saya merasakan sakit.. :') saya juga belajar dari kejadian ini, ketika anak B tadi dipeluk oleh saya, dia merasa tenang. Saya juga pasti merasa tenang ketika saya dipeluk oleh Yesus, meskipun masih merasa sakit. Satu lagi, disaat ada orang lain yg menyakiti saya atau kita, sebenarnya Tuhan juga meminta orang yg menyakiti kita untuk meminta maaf pada kita dan tidak melakukannya lagi. Hanya tinggal apakah orang itu seperti anak A tadi atau tidak. Aaahhh....sesederhana itu hati Yesus, dan saya kembali dicerahkan dgn kejadian ini. Seringkali kita tidak mengerti bagaimana Tuhan Yesus itu, tidak perlu berpikir yg terlalu tinggi, hati Yesus bisa kita mengerti ketika kita mau belajar untuk mengenalNya. Thanks Jesus...
Kamis, 08 Januari 2015
sudah baru
Bener2 gak kerasa tahun 2014 bisa terlewati dengan cepatnya. Sepertinya baru aja kemaren ngerayain tahun baru, eh sekarang udah masuk ditahun baru lagi... begitu banyak pengalaman yg didapat, baik yg menyenangkan ataupun yg menyebalkan..hahaha...masih ingat, ketika memulai tahun baru 2014, muncul banyak pertanyaan tentang tahun itu. Dan sekarang, ditahun yg baru 2015, pertanyaan itupun secara otomatis muncul...
Umur semakin tuwir, dan saya belum menikah..hahahaha... dibulan Januari ini, sayapun bertambah usia. Saya gak perlu menjelaskan sudah seberapa dewasa saya sekarang..:D ditahun2 sebelumnya, saya selalu menantikan tgl ulang tahun saya. Tapi entah kenapa ditahun ini saya seperti seakan-akan lupa akan kegembiraan itu. Bahkan saya tidak lagi mengharapkan sesuatu yg spesial yg akan saya dapatkan dihari jadi saya itu. Ketika masih kecil (sampai kuliah jg), saya selalu meminta pada Tuhan untuk memberikan saya sesuatu yg spesial. Entah itu hadiah, atau kejutan atau berita yg menyenangkan. Yaaahhh...hal itu tdk lagi menjadi pokok doa saya ketika saya berulang tahun. Entahlah, kenapa seperti itu. Tapi ada seorang teman saya yang berkata bahwa saya bertambah dewasa saat saya tidak lagi menantikan hari ulang tahun. Hmmmm....itu berarti selama ini saya belum dewasa? Hfffttt....
Aaahhh....tidak tahu âpa yg akan terjadi di tahun ini. Yg jelas, sudah tahun baru lagi berarti harus serba baru semua... tp bkn termasuk pacar baru ya! bisa2 saya langsung dikecam..hahaha... yg saya tahu, Tuhan sudah menyertai saya ditahun 2014, Diapun pasti akan menyertai saya ditahun ini.
Saya tidak sabar menanti peristiwa, kejadian atau pengalaman yang akan Dia berikan bagi saya untuk saya lalui... saya akan menjalani semuanya, dengan bersama Yesus..
Langganan:
Komentar (Atom)