Selasa, 13 Januari 2015

mungkin seperti itu hatiNya

13 Januari 2015hari ini saya akan bercerita tentang anak didik saya (lagi). Sungguh menyenangkan bersama mereka hari ini. Sayapun belajar beberapa hal dari peristiwa yg terjadi didalam kelas saya hari ini. saya akan mulai ceritanya..jeng..jeng.. Ketika jam hampir menunjukkan pukul12.15, itu berarti semua anak harus mengambil tas dan memegâng tali untuk berbaris. Saya berada didepan untuk memegang tali sehingga anak2 tahu dimana mereka harus berbaris. Dan disaat mereka 'berebut' untuk memegang tali, sesuatu terjadi. Salah seorang anak (kita sebut saja A) mencubit pipi anak yg lain (kita sebut saja B), mungkin karena dia ingin ada diposisi anak B. Otomatis anak B menangis dengan kencang karena sakit yg dia rasakan (dan betul, itu pasti sakit. Karena timbul bekas dari cubitan itu). Spontan saya langsung berteriak! "Eeehhh...A!!!!!" Lalu saya menarik tangan anak A, mengatakan bahwa itu BAD (tidak baik). Saya meminta anak A untuk meminta maaf pada anak B. Ketika saya menjelaskan bahwa apa yg dia lakukan itu tidak baik, anak ini justru menangis. Dan jadilah, tangisan semakin kencang karena kedua anak itu menangis. Lalu saya menuju anak B, memeluk dia dan berkata "sakit ya?" Entah kenapa, saya seperti bisa merasakan sakitnya dan ingin menangis juga. Anak B ini kemudian bisa tenang ketika saya memeluknya. Kedua anak itu ada dihadapan saya. Dan saya masih meminta anak A untuk minta maaf, lagi2 dia menolak dengan menangis. Anak B yg mungkin masih tidak bisa melihat anak A karena apa yg dia lakukan, langsung menangis juga (padahal saya sudah bisa menenangkan dia). Akhirnya, saya menggendong anak B kedepan gerbang sekolah dan menunggu orangtuanya menjemput. Setelah orangtua anak B datang, sebenarnya ada rasa takut untuk menjelaskan apa yg terjadi. Tapi saya harus menjelaskan dengan keberanian yg saya tumbuhkan sepersekian detik dari jarak antara gerbang dengan mobil orangtua anak B. Setelah selesai mengantar dan menjelaskan, saya kembali kepada anâҜ A untuk sekali lagi memberi tahu apa yg dia lakukan itu BAD dan saya tidak suka itu. Awalnya dia tidak mau tahu karena dia selalu memalingkan wajahnya. Tapi akhirnya dia menyadari bahwa dia salah, karena saya melihat raut mukanya dan dia tertunduk ketika saya berkata bâhwa saya tidak suka itu. KetIka saya dalam perjalanan pulang dari tempat bekerja, saya kembali mengingat kejadian dikelas. Lalu saya diingatkan bagaimana Tuhan kepada saya. Disaat saya disakiti, dan saya merasa sakit, Tuhan melihat kesakitan saya dan ikut merasakannya. Dia tidak tinggal diam, Dia memeluk saya supaya saya bisa tenang. Ooohhh...Tuhan, jadi mungkin seperti saya merasakan sakit yg dirasakan anak B tadi, Engkaupun memiliki hati seperti itu ketika saya merasakan sakit.. :') saya juga belajar dari kejadian ini, ketika anak B tadi dipeluk oleh saya, dia merasa tenang. Saya juga pasti merasa tenang ketika saya dipeluk oleh Yesus, meskipun masih merasa sakit. Satu lagi, disaat ada orang lain yg menyakiti saya atau kita, sebenarnya Tuhan juga meminta orang yg menyakiti kita untuk meminta maaf pada kita dan tidak melakukannya lagi. Hanya tinggal apakah orang itu seperti anak A tadi atau tidak. Aaahhh....sesederhana itu hati Yesus, dan saya kembali dicerahkan dgn kejadian ini. Seringkali kita tidak mengerti bagaimana Tuhan Yesus itu, tidak perlu berpikir yg terlalu tinggi, hati Yesus bisa kita mengerti ketika kita mau belajar untuk mengenalNya. Thanks Jesus...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar