Jumat, 08 Januari 2016

Lulus "ujian" menunujukkan siapa kita dan siapa Dia

Pagi ini, seperti biasa sebelum saya memulai kegiatan, saya memulainya dgn bercakap-cakap bersama Yesus. Ehm, sebelum saya menceritakan lebih lanjut, saya ingin mengungkapkan ini. "Dia selalu menjawab doa kita ketika itu membuatNya senang". Doa saya semalam adl, saya ingin Dia membangunkan saya lebih pagi (antara jam 2-4 am), supaya saya bisa lebih puas berbicara denganNya. Mungkin bagi kebanyakan org ini adl sesuatu yg remeh, tp Dia sungguh2 membangunkan saya diantara jam yg saya minta (saya dibangunkan jam 3:54 am). Krn sebelumnya saya sering bangun "kesiangan"😁 Oke, pagi ini saya merasa sangat puas berbicara denganNya. Dan pagi ini saya merasa hangatnya pelukanNya😊 Lalu pagi ini saya meminta kesabaran dan kekuatan dari Dia utk saya bisa mencerminkan kemuliaanNya. Seperti yg sudah kita tahu, saat kita membuat permintaan seperti itu, tentu akan ada ujiannya. Sebelumnya saya tidak terpikirkan bahwa saya akan diuji hari ini. Daaaaannnn...hari inipun saya diuji dgn kesabaran saya! Ooohh...dan hari ini saya bilang sama Tuhan "Tuhan, beri saya kekuatan utk sabar dan tdk menyalahkan org lain. Saya tahu, saya bisa saja marah dan menyalahkan. Tapi saya mau berjuang utk sabar dan mencoba tidak banyak bicara lalu membela diri" Tahukah kamu, itu bukan tindakan yg mudah khususnya bagi saya. Tapi hari ini saya berhasil!! Setiap kali saya mengingat kejadian ini, saya pasti menangis. Bukan krn sedih, tp krn saya tahu Dia yg memampukan saya. Saya tahu Dialah yg beri kekuatan bagi saya. Emosi dalam diri saya pasti akan meledak dan itu menunjukkan siapa saya jika saya tidak menundukkan diri dihadapanNya. Ujian yg kita alami bukan semata-mata utk membuat kita "naik kelas", tapi ujian itu bisa menunjukkan siapa Dia dan siapa kita. Jika kita berjuang sendiri, siapa kita? Kita bukan manusia yg kuat. Tapi berjuang bersamaNya membuat kita tahu begitu besar, kuat dan perkasanya Dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar