Life is an adventure...... Adventures that teach you many things, especially if you live the adventure with the Lord
Jumat, 14 Juli 2017
Pasangan hidup yang dari Tuhan (?) - 1
Saya membuka kembali blog ini, dan aaahhhh...ya ampuuunnn sudah hampir satu tahun saya tidak lagi memperhatikan blog ini. Tapi ketika saya membaca-baca lagi postingan saya di tahun-tahun sebelumnya, saya benar-benar merasa "tersentuh" dengan pengalaman yang Tuhan ijinkan terjadi dihidup saya (pengalaman yang kekanak-kanakan sepertinya, tapi saya bersyukur..hahahahha...)
Sekarang saya sudah berubah status menjadi seorang istri dan sebentar lagi saya akan menjadi seorang mama. Ini sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan bagi saya. Sedikit flashback, saya menjalin hubungan (berpacaran) dengan lelaki yang menjadi suami saya saat ini 8,5 tahun dan selama 7 tahun kami menjalin hubungan jarak jauh (LDR). Belum lagi sejarah hubungan saya dan suami yang dulu sempat tidak direstui oleh orangtua saya. Masalahnya adalah perbedaan suku (saya perempuan batak dan dia lelaki jawa). Yaaahhh...kebanyakan orang batak (apalagi yang mempunyai anak perempuan) mempunyai harapan besar agar anaknya (borunya) menikah dengan lelaki batak juga. Saya tidak akan menjelaskan sekarang kenapa seperti itu, karena ceritanya akan panjaaaaaaanggg.....Oke, singkat cerita. Dengan hubungan yang tidak direstui itu kami tetap berjalan dan berkomitmen untuk melanjutkan hubungan ini. Kami tahu bahwa alasan untuk memutuskan hubungan hanya karena perbedaan suku bukanlah alasan. Selama tidak menyinggung prinsip, kami akan tetap melanjutkan hubungan kami. Ada kalanya kami mengalami titik rendah dalam hubungan ini. Tapi, tahukah kalian? Bagi saya, salah satu ciri pasanganmu adalah pasangan hidup yang dari Tuhan adalah Jika pasanganmu ada di titik terendah, salah satu dari kalian akan menjadi pasangan yang kuat. Dan itu berlaku sebaliknya. Kalian tidak akan sama-sama kuat pada waktu yang bersamaan. Kalian juga tidak akan sama-sama lemah pada waktu yang bersamaan. Hal itu berlaku dalam hubungan saya dan suami pada waktu itu.
Dua, Pada waktu kamu lemah, pasanganmu akan memilih untuk tetap berjalan bersamamu (lemah disini bukan berarti jatuh dalam dosa). Pernah saya merasa putus asa dan memutuskan untuk menjauhi dia, kalau istilahnya BREAK tapi sebenarnya saya ingin menyudahi hubungan saya tanpa harus melukai dia terlalu dalam. Tapi, dia memilih untuk terus melanjutkan hubungan kami meskipun saya bersikeras untuk tidak mau lagi berhubungan dengannya (saya sengaja tidak membalas telepon atau smsnya dan tidak mengabari dia). Tapi ternyata, jika cinta itu berasal dari Tuhan, Tuhan akan terus menumbuhkan cintamu meskipun kalian tidak menjalin komunikasi. Tiga, Ada rasa saling percaya. Percaya atau tidak, seringkali yang curigaan kepada pasangannya adalah kaum perempuan. Saya sih tidak tahu apa alasannya, tapi kebanyakan teman saya bercerita (perempuan) bahwa mereka seringkali merasa curiga pada pasangannya ketika mereka menemukan "sedikit" keanehan. Padahal belum tentu kecurigaan mereka benar. Tetapi berbeda dengan teman-teman perempuan saya yang lain, saya sama sekali tidak pernah curuga padanya meskipun kami menjalin hubungan jarak jauh. Meskipun kadang dia tidak memberi kabar pada saya, saya tetap mempercayai bahwa dia tidak akan "aneh-aneh" dibelakang saya. Saya tetap percaya bahwa dia sangat mencintai saya (entah ini saya yang terlalu PEDE atau bagaimana..hihihi). Tapi, bagi saya ini adalah salah satu tanda bahwa cintamu kepada pasanganmu adalah cinta yang tanpa syarat (saya akan tetap mencintaimu walaupun.....).
Ada beberapa ciri lagi, tapi untuk kali ini saya hanya mensharingkan 3 ciri dulu. Saya akan memberi ciri yang lain nanti...hehehehe.... Terimakasih sudah membaca blog saya,
Tuhan memberkati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar