Life is an adventure...... Adventures that teach you many things, especially if you live the adventure with the Lord
Minggu, 21 April 2019
(Aku) Wanita bijak
Jumat, 14 Juli 2017
Pasangan hidup yang dari Tuhan (?) - 1
Saya membuka kembali blog ini, dan aaahhhh...ya ampuuunnn sudah hampir satu tahun saya tidak lagi memperhatikan blog ini. Tapi ketika saya membaca-baca lagi postingan saya di tahun-tahun sebelumnya, saya benar-benar merasa "tersentuh" dengan pengalaman yang Tuhan ijinkan terjadi dihidup saya (pengalaman yang kekanak-kanakan sepertinya, tapi saya bersyukur..hahahahha...)
Sekarang saya sudah berubah status menjadi seorang istri dan sebentar lagi saya akan menjadi seorang mama. Ini sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan bagi saya. Sedikit flashback, saya menjalin hubungan (berpacaran) dengan lelaki yang menjadi suami saya saat ini 8,5 tahun dan selama 7 tahun kami menjalin hubungan jarak jauh (LDR). Belum lagi sejarah hubungan saya dan suami yang dulu sempat tidak direstui oleh orangtua saya. Masalahnya adalah perbedaan suku (saya perempuan batak dan dia lelaki jawa). Yaaahhh...kebanyakan orang batak (apalagi yang mempunyai anak perempuan) mempunyai harapan besar agar anaknya (borunya) menikah dengan lelaki batak juga. Saya tidak akan menjelaskan sekarang kenapa seperti itu, karena ceritanya akan panjaaaaaaanggg.....Oke, singkat cerita. Dengan hubungan yang tidak direstui itu kami tetap berjalan dan berkomitmen untuk melanjutkan hubungan ini. Kami tahu bahwa alasan untuk memutuskan hubungan hanya karena perbedaan suku bukanlah alasan. Selama tidak menyinggung prinsip, kami akan tetap melanjutkan hubungan kami. Ada kalanya kami mengalami titik rendah dalam hubungan ini. Tapi, tahukah kalian? Bagi saya, salah satu ciri pasanganmu adalah pasangan hidup yang dari Tuhan adalah Jika pasanganmu ada di titik terendah, salah satu dari kalian akan menjadi pasangan yang kuat. Dan itu berlaku sebaliknya. Kalian tidak akan sama-sama kuat pada waktu yang bersamaan. Kalian juga tidak akan sama-sama lemah pada waktu yang bersamaan. Hal itu berlaku dalam hubungan saya dan suami pada waktu itu.
Dua, Pada waktu kamu lemah, pasanganmu akan memilih untuk tetap berjalan bersamamu (lemah disini bukan berarti jatuh dalam dosa). Pernah saya merasa putus asa dan memutuskan untuk menjauhi dia, kalau istilahnya BREAK tapi sebenarnya saya ingin menyudahi hubungan saya tanpa harus melukai dia terlalu dalam. Tapi, dia memilih untuk terus melanjutkan hubungan kami meskipun saya bersikeras untuk tidak mau lagi berhubungan dengannya (saya sengaja tidak membalas telepon atau smsnya dan tidak mengabari dia). Tapi ternyata, jika cinta itu berasal dari Tuhan, Tuhan akan terus menumbuhkan cintamu meskipun kalian tidak menjalin komunikasi. Tiga, Ada rasa saling percaya. Percaya atau tidak, seringkali yang curigaan kepada pasangannya adalah kaum perempuan. Saya sih tidak tahu apa alasannya, tapi kebanyakan teman saya bercerita (perempuan) bahwa mereka seringkali merasa curiga pada pasangannya ketika mereka menemukan "sedikit" keanehan. Padahal belum tentu kecurigaan mereka benar. Tetapi berbeda dengan teman-teman perempuan saya yang lain, saya sama sekali tidak pernah curuga padanya meskipun kami menjalin hubungan jarak jauh. Meskipun kadang dia tidak memberi kabar pada saya, saya tetap mempercayai bahwa dia tidak akan "aneh-aneh" dibelakang saya. Saya tetap percaya bahwa dia sangat mencintai saya (entah ini saya yang terlalu PEDE atau bagaimana..hihihi). Tapi, bagi saya ini adalah salah satu tanda bahwa cintamu kepada pasanganmu adalah cinta yang tanpa syarat (saya akan tetap mencintaimu walaupun.....).
Ada beberapa ciri lagi, tapi untuk kali ini saya hanya mensharingkan 3 ciri dulu. Saya akan memberi ciri yang lain nanti...hehehehe.... Terimakasih sudah membaca blog saya,
Tuhan memberkati
Jumat, 08 Januari 2016
Lulus "ujian" menunujukkan siapa kita dan siapa Dia
Pagi ini, seperti biasa sebelum saya memulai kegiatan, saya memulainya dgn bercakap-cakap bersama Yesus. Ehm, sebelum saya menceritakan lebih lanjut, saya ingin mengungkapkan ini. "Dia selalu menjawab doa kita ketika itu membuatNya senang". Doa saya semalam adl, saya ingin Dia membangunkan saya lebih pagi (antara jam 2-4 am), supaya saya bisa lebih puas berbicara denganNya. Mungkin bagi kebanyakan org ini adl sesuatu yg remeh, tp Dia sungguh2 membangunkan saya diantara jam yg saya minta (saya dibangunkan jam 3:54 am). Krn sebelumnya saya sering bangun "kesiangan"đ
Oke, pagi ini saya merasa sangat puas berbicara denganNya. Dan pagi ini saya merasa hangatnya pelukanNyađ
Lalu pagi ini saya meminta kesabaran dan kekuatan dari Dia utk saya bisa mencerminkan kemuliaanNya. Seperti yg sudah kita tahu, saat kita membuat permintaan seperti itu, tentu akan ada ujiannya. Sebelumnya saya tidak terpikirkan bahwa saya akan diuji hari ini. Daaaaannnn...hari inipun saya diuji dgn kesabaran saya! Ooohh...dan hari ini saya bilang sama Tuhan "Tuhan, beri saya kekuatan utk sabar dan tdk menyalahkan org lain. Saya tahu, saya bisa saja marah dan menyalahkan. Tapi saya mau berjuang utk sabar dan mencoba tidak banyak bicara lalu membela diri" Tahukah kamu, itu bukan tindakan yg mudah khususnya bagi saya. Tapi hari ini saya berhasil!! Setiap kali saya mengingat kejadian ini, saya pasti menangis. Bukan krn sedih, tp krn saya tahu Dia yg memampukan saya. Saya tahu Dialah yg beri kekuatan bagi saya. Emosi dalam diri saya pasti akan meledak dan itu menunjukkan siapa saya jika saya tidak menundukkan diri dihadapanNya.
Ujian yg kita alami bukan semata-mata utk membuat kita "naik kelas", tapi ujian itu bisa menunjukkan siapa Dia dan siapa kita. Jika kita berjuang sendiri, siapa kita? Kita bukan manusia yg kuat. Tapi berjuang bersamaNya membuat kita tahu begitu besar, kuat dan perkasanya Dia.
Sabtu, 17 Januari 2015
Selasa, 13 Januari 2015
mungkin seperti itu hatiNya
13 Januari 2015hari ini saya akan bercerita tentang anak didik saya (lagi). Sungguh menyenangkan bersama mereka hari ini. Sayapun belajar beberapa hal dari peristiwa yg terjadi didalam kelas saya hari ini. saya akan mulai ceritanya..jeng..jeng..
Ketika jam hampir menunjukkan pukul12.15, itu berarti semua anak harus mengambil tas dan memegâng tali untuk berbaris. Saya berada didepan untuk memegang tali sehingga anak2 tahu dimana mereka harus berbaris. Dan disaat mereka 'berebut' untuk memegang tali, sesuatu terjadi. Salah seorang anak (kita sebut saja A) mencubit pipi anak yg lain (kita sebut saja B), mungkin karena dia ingin ada diposisi anak B. Otomatis anak B menangis dengan kencang karena sakit yg dia rasakan (dan betul, itu pasti sakit. Karena timbul bekas dari cubitan itu). Spontan saya langsung berteriak! "Eeehhh...A!!!!!" Lalu saya menarik tangan anak A, mengatakan bahwa itu BAD (tidak baik). Saya meminta anak A untuk meminta maaf pada anak B. Ketika saya menjelaskan bahwa apa yg dia lakukan itu tidak baik, anak ini justru menangis. Dan jadilah, tangisan semakin kencang karena kedua anak itu menangis. Lalu saya menuju anak B, memeluk dia dan berkata "sakit ya?" Entah kenapa, saya seperti bisa merasakan sakitnya dan ingin menangis juga. Anak B ini kemudian bisa tenang ketika saya memeluknya. Kedua anak itu ada dihadapan saya. Dan saya masih meminta anak A untuk minta maaf, lagi2 dia menolak dengan menangis. Anak B yg mungkin masih tidak bisa melihat anak A karena apa yg dia lakukan, langsung menangis juga (padahal saya sudah bisa menenangkan dia). Akhirnya, saya menggendong anak B kedepan gerbang sekolah dan menunggu orangtuanya menjemput. Setelah orangtua anak B datang, sebenarnya ada rasa takut untuk menjelaskan apa yg terjadi. Tapi saya harus menjelaskan dengan keberanian yg saya tumbuhkan sepersekian detik dari jarak antara gerbang dengan mobil orangtua anak B. Setelah selesai mengantar dan menjelaskan, saya kembali kepada anĂ˘Ň A untuk sekali lagi memberi tahu apa yg dia lakukan itu BAD dan saya tidak suka itu. Awalnya dia tidak mau tahu karena dia selalu memalingkan wajahnya. Tapi akhirnya dia menyadari bahwa dia salah, karena saya melihat raut mukanya dan dia tertunduk ketika saya berkata bâhwa saya tidak suka itu.
KetIka saya dalam perjalanan pulang dari tempat bekerja, saya kembali mengingat kejadian dikelas. Lalu saya diingatkan bagaimana Tuhan kepada saya. Disaat saya disakiti, dan saya merasa sakit, Tuhan melihat kesakitan saya dan ikut merasakannya. Dia tidak tinggal diam, Dia memeluk saya supaya saya bisa tenang. Ooohhh...Tuhan, jadi mungkin seperti saya merasakan sakit yg dirasakan anak B tadi, Engkaupun memiliki hati seperti itu ketika saya merasakan sakit.. :') saya juga belajar dari kejadian ini, ketika anak B tadi dipeluk oleh saya, dia merasa tenang. Saya juga pasti merasa tenang ketika saya dipeluk oleh Yesus, meskipun masih merasa sakit. Satu lagi, disaat ada orang lain yg menyakiti saya atau kita, sebenarnya Tuhan juga meminta orang yg menyakiti kita untuk meminta maaf pada kita dan tidak melakukannya lagi. Hanya tinggal apakah orang itu seperti anak A tadi atau tidak. Aaahhh....sesederhana itu hati Yesus, dan saya kembali dicerahkan dgn kejadian ini. Seringkali kita tidak mengerti bagaimana Tuhan Yesus itu, tidak perlu berpikir yg terlalu tinggi, hati Yesus bisa kita mengerti ketika kita mau belajar untuk mengenalNya. Thanks Jesus...
Kamis, 08 Januari 2015
sudah baru
Bener2 gak kerasa tahun 2014 bisa terlewati dengan cepatnya. Sepertinya baru aja kemaren ngerayain tahun baru, eh sekarang udah masuk ditahun baru lagi... begitu banyak pengalaman yg didapat, baik yg menyenangkan ataupun yg menyebalkan..hahaha...masih ingat, ketika memulai tahun baru 2014, muncul banyak pertanyaan tentang tahun itu. Dan sekarang, ditahun yg baru 2015, pertanyaan itupun secara otomatis muncul...
Umur semakin tuwir, dan saya belum menikah..hahahaha... dibulan Januari ini, sayapun bertambah usia. Saya gak perlu menjelaskan sudah seberapa dewasa saya sekarang..:D ditahun2 sebelumnya, saya selalu menantikan tgl ulang tahun saya. Tapi entah kenapa ditahun ini saya seperti seakan-akan lupa akan kegembiraan itu. Bahkan saya tidak lagi mengharapkan sesuatu yg spesial yg akan saya dapatkan dihari jadi saya itu. Ketika masih kecil (sampai kuliah jg), saya selalu meminta pada Tuhan untuk memberikan saya sesuatu yg spesial. Entah itu hadiah, atau kejutan atau berita yg menyenangkan. Yaaahhh...hal itu tdk lagi menjadi pokok doa saya ketika saya berulang tahun. Entahlah, kenapa seperti itu. Tapi ada seorang teman saya yang berkata bahwa saya bertambah dewasa saat saya tidak lagi menantikan hari ulang tahun. Hmmmm....itu berarti selama ini saya belum dewasa? Hfffttt....
Aaahhh....tidak tahu âpa yg akan terjadi di tahun ini. Yg jelas, sudah tahun baru lagi berarti harus serba baru semua... tp bkn termasuk pacar baru ya! bisa2 saya langsung dikecam..hahaha... yg saya tahu, Tuhan sudah menyertai saya ditahun 2014, Diapun pasti akan menyertai saya ditahun ini.
Saya tidak sabar menanti peristiwa, kejadian atau pengalaman yang akan Dia berikan bagi saya untuk saya lalui... saya akan menjalani semuanya, dengan bersama Yesus..
Kamis, 24 Juli 2014
seperti awal lagi
4 hari yang lalu, sekolah memulai tahun ajarannya. Itu artinya akan ada banyak anak baru yang masuk ke sekolah. Perlu diingat, saya adalah guru yâùg mengajar anak-anak dengan usia 2-3 tahun. Buat saya (dan hampir semua guru yang mengajar anak dengan usia 2-3 tahun), akan sepakat dengan saya bahwa tahun ajaran baru adalah masa-masa menyiksa. Bagaimana tidak? Saya harus berjibaku dengan anak-anak yang menangis, berteriak, belum lagi dengan para orangtua yang ingin cepat melepaskan anaknya. Ketika mulai mengajar, saya harus bisa mengeluarkan suara yang lebih besar dari suara tangisan anak-anak itu. Alhasil, suara saya pasti serak setelah itu..hahaha
Dan kejadian ini akan terus berlangsung selama kurang lebih 1 bulan! Aaahh..seperti ingin melarikan diri rasanya. Saya harus melakukan ini dari tahun ke tahun, setiap awal tahun ajaran.
Memang berat, tapi saya selalu puas ketika melihat mereka naik kelas. Saya lebih gembira ketika saya berhasil menjadi "teman" mereka yang membuat mereka nyaman. Aaaahhh...setiap kembali ke awal selalu capek, tapi ada kepuasan juga setelah itu..
Rabu, 18 Juni 2014
tangan yang besar
Saya sangat menikmati saat-saat bersama dengan murid saya. Dengan umur mereka yg masih belia (2-3 thn), saya tidak boleh lengah memperhatikan mereka saat bermain. Yang sering terjadi ketika mereka bermain, saya menemukan bahwa mereka sangat perlu bantuan orang yg lebih dewasa. Tapi saat saya mendatangi mereka dan "mencoba" membantu mereka, saya sedikit terkejut karena mereka berkata "enggak ms, aku bisa sendiri". Oke, saya biarkan mereka melakukan sendiri apa yg mereka anggap bisa untuk dilakukan sendiri, tapi saya tetap mengawasi mereka. Tidak jarang juga mereka jatuh atau harus mengulangi lagi. Tapi, mereka benar-benar pejuang sejati ^O^
Setelah bermain, biasanya saya akan meminta mereka untuk clean up, lalu kâmi berdoa bersama. Dan hari kedua dâlâm satu minggu, kami akan ke aula untuk mendengarkan cerita Alkitab. Menuju aula, sâýa harus mengajak mereka berbaris. Namanya anak-anak, seperti yg sudah ada dipikiran kita, mereka akan berebut untuk berada dibarisan paling depan (kita yg sudah dewasa biasanya malah suka dgn tempat yg paling belakang, bener gak?haha). Untuk mengantisipasinya, saya sudah punya urutan siapa yang akan ada didepan, setiap hari harus bergantian. Kalau tidak, mereka akan protes (percaya atau tidak, mereka menantikan pergantian itu). Saat seorang anak berada dibarisan depan, saya menggenggam tangannya yg kecil dgn tangan saya yg besar. Lalu anak ini seperti tidak suka dengan apa yang saya lakukan padanya. Kemudian dia berusaha melepaskan tangan saya. Lalu dia memegang salah satu jari saya tanpa mau digenggam oleh tangan saya. Oke, saya ijinkan dia melakukannya. Akan tetapi, tiba-tiba sesuatu terjadi. Anak ini tersandung dan hampir jatuh. Saya tidak peduli dia suka atau tidak, tangan saya langsung menggenggam tangannya supaya dia tidak jatuh. Kemudian saya berkata padanya "Clara, ms akan pegang tanganmu supaya kamu tidak jatuh. Clara boleh pegang jarinya ms, tapi Clara juga harus mau dipegang sama ms. Ya?" Kemudian dia mengangguk.
Setelah jam sekolah selesai, saya teringat kejadian itu. Saya kemudian membandingkannya dengan kehidupan saya bersama Tuhan. Seringkali saya merasa bisa mengerjakan segala sesuatu sendiri tanpa bantuanNya. Namun, seperti saya yang tidak berhenti mengawasi murid saya, pasti Dia lebih lagi melakukannya pada saya. Dan ketika saya hampir terjatuh, tanganNya yang besar terus menggenggam tangan saya supaya saya tidak terjatuh.
Besar setiaMu Tuhan :')
Kamis, 05 Juni 2014
seperti donat
Menjelang hari paskah, kâmi para guru harus mengajarkan lagu2 tentang paskah (kematian, kebangkitan Yesus). 2 minggu ini saya mĂmakai kesempatan ini utk mengenalkan Yesus kepada murid2 saya. Oya, perlu diketahui murid saya berumur 2-3 tahun.
Yesus harus dikenâlkan sejĂ˘Ň dini kepada mereka, terlebih lagi ada beberapa anak dikelas saya yg latar bel âŇâùgùýâ bkn Kristen. Tentu ini kesempatan yg tdk boleh di$Ăa-siakan. saya mulai mengajarkan lagu ttg hati yg kosong bila mereka tdk mengundang Yesus masuk kedlm hatinya. Lagu itu seperti ini:
Hidup tanpa Yesus seperti donat, seperti donat, seperti donat
Hidup tanpa Yesus seperti donat, ada lubang kosong ditengah hatimu.
Berulang kâli saýâ menyanyikan lagu itu dan kemudian menjelaskannya. Sambil membawa mainan donat2an saýâ bernyanyi didepan kelas (tentu mereka juga mengikuti saya bernyanyi).
Beberapa hari kemudian, saya dibuat kaget oleh salah seorang murid. Dia mendatangi saya kemudian mengambil mainan donat2an lalu bernyanyi lagu seperti donat. Saya senang ternyata mereka ingat dgn lagu itu. Saya berharap Roh Kudus bekerja dâlam hidup mereka sampai mereka dewasa sehingga hati mereka tdk kosong seperti donat Ë▽Ë
Satu hal yg saya pelajari, meskipun usia mereka masih terlalu dini (2-3 tahun) tapi Injil keselâmatan harus didengar oleh mereka. Sayapun bersyukur karena saya mĂĂąjadi bagian dalam hidup mereka. Saýâ tidak saď˝Ă˘r melihat mereka ketika dewasa...hahahâ....
PerasaanNya
Hari ini, ketika saya mengajar di kelas.. Saya menemukan salah satu murid saya melakukan hal yang sebenarnya sudah sering saya ajarkan bahwa "itu" tdk baik. Saya ingatkan murid itu, tp ternyata dia masih suka dgn tindakan yg salah itu. Lalu saya mendisiplin dia, saya merasa sedikit sedih dan kecewa.
Dan, saya kemudian membandingkan kejadian hari ini dgn kehidupan saya. Seringkali sayapun melakukan tindakan yg sebenarnya saya tahu itu salah, saya sudah diingatkan oleh Tuhan tp msh suka dgn "tindakan itu". Dan Dia pasti akan mendisiplin saya. Tapi, saya mulai sadar. Kesedihan dan kekecewaan yg saya rasakan pada murid itu, mungkin jg dirasakan olehNya. Bahkan perasaan itu lebih dari apa yg saya rasakan.
Forgive me Jesus :')
Anak = Saya
Setiap kali saya masuk kekelas, saya sering menemukan diri saya berkata pada murid saya "......., bisa taat?" Lalu murid itu akan berkata "ya, bisa"
Tapi, beberapa menit kemudian saya akan mengucapkan kata2 itu lagi. Krn dia mulai tdk taat lagi.
Saya berpikir, mungkin itu jg yg Tuhan lakukan pada saya. Setiap kali Dia akan terus mengingatkan saya utk taat kepadaNya, dan seringkali Dia harus mengulangi kata2 itu. Spt sâýa yg tdk pernah bosan mengulangi, pasti Dia lebih lagi tdk akan pernah bosan.. #thanksGod
Rabu, 09 April 2014
perjuanganmu akan diberkati, papa
Beberapa bulan ini saya dan keluarga disibukkan dgn kegiatan utk mendukung papa maju menjadi anggota legislatif. Saya sangat bangga dengan beliau, bkn hanya krn dia adl papa saya. Tapi setiap pernyataan dan tindakannya yg membuat saya kagum. Kadangkala ada rasa capek, lalu rasa iba ketika melihat perjuangan papa dan mama dalam mensosialisasikan papa sbg caleg (calon legidlatif). Mereka pergi pagi utk membagi kartu nama, lalu sore pulang kemudian dilanjutkan malam hari memasang banner. Tanpa ada satu orgpun yg dibayar utk membantu. Saya percaya Tuhanpun melihat perjuangan papa.
Hari ini, selesai sudah perjuangan itu. Tuhan, kami sudah mengerjakan apa yg menjadi bagian kami. Selebihnya, biarlah engkau yg mengerjakan bagianMu. Engkau pasti akan memberikan yg terbaik buat papa.
Jumat, 18 Januari 2013
Kamis, 13 Desember 2012
Dia merangkulku (lagi)
Masih segar dalam ingatanku bagaimana 5 tahun yang lalu aku bertemu dan mempunyai hubungan yang dekat dengan 2 orang yang sekarang aku menyebut mereka sebagai ‘orang tua rohani’. Mereka bukan berasal dari bangsa Indonesia sepertiku, tapi justru karena itulah yang membuat aku mengagumi mereka. Aku bisa semakin mengenal dan mengasihi Tuhan karena bimbingan juga keteladanan mereka. Hidup mereka sangat memberkatiku. Ketika harus berpisah dengan mereka, rasanya sedih sekali tapi tanpa sepengetahuanku ternyata mereka selalu berdoa buatku, bahkan mereka selalu menantikan kabar dariku. Meskipun mereka orang yang sangat dihormati, tapi mereka tidak segan melakukan sesuatu yang seharusnya tidak perlu mereka lakukan. Sungguh suatu keteladanan yang luar biasa! Keberadaan mereka selalu membawa damai bagiku juga bagi orang lain disekitar mereka. Aku tahu mereka bisa seperti itu karena KASIH TUHAN YESUS yang hidup dalam hidup mereka.
Kemarin, tanggal 9 Desember 2012 bapak ‘L’ datang kegerejaku setelah 2 tahun tidak bertemu. Tidak ada yang berubah dengan bapak ini, kecuali fisiknya yang sudah semakin tua. Jujur, kali ini kedatangannya sangat membawa pengaruh dalam hidupku. Bukan karena sesuatu yang dia punya, tapi setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya ketika berkhotbah kembali mengingatkanku akan keberadaan YESUS dihidupku. Aku melihat YESUS dalam kehidupan bapak ini.
Selama ini aku menjalani keseharianku sebagai kebiasaan termasuk ketika aku berkomunikasi denganNya. Kehidupan bapak ini mengingatkanku apakah aku bisa membawa dampak bagi orang lain seperti bapak ini yang membawa dampak bagiku. Aku yakin, bapak ini bisa menjadi dampak karena dia punya hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan. Sedangkan aku? Hubunganku dengan Tuhan terasa hambar, bukan karena Tuhan yang menjauh dariku tapi karena aku yang menjauh dariNya.
Hari ini (10 Desember 2012), ketika bapak ‘L’ akan pulang, dia merangkulku dan entah kenapa aku menangis. Satu hari ini aku seperti ingin menangis terus, akhirnya ketika aku pulang kerja aku merasakan bahwa Tuhan Yesus merangkulku lagi. Dia menerimaku meskipun aku sudah menjauh dariNya, sepanjang jalan aku menangis dan gak berhenti mengucapkan terimakasih Tuhan.... hmmmm, ada damai yang kurasakan hari ini Aku juga bersyukur, lewat bapak ‘L’ aku bisa merasakan pelukanNya lagi.... Aku mau menjadi dampak bagi orang lain, membawa damai untuk orang-orang yang ada disekitarku. Terimakasih Tuhan, terimakasih pak ‘L’ dan bu ‘P’. Senang bisa mengenal kalian....
Selasa, 12 Juni 2012
Tak terlupakan!!
Untuk beberapa minggu yang lalu, sekolah tempatku mengajar latihan untuk acara Open House. Mereka sangat bersemangat untuk berlatih, meskipun kadang mereka merasakan bosan karena latihan untuk yang itu2 saja :D
Melihat mereka dipanggung dari kejauhan saat tampil, rasanya sangat bangga bisa melatih mereka dan mereka juga mampu memberikan penampilan yang terbaik!! Terbayar sudah rasa capek dan keletihan selama masa persiapan dengan melihat penampilan mereka. Ditambah lagi dengan tawa dan senyum mereka.... Moment yang tidak terlupakan bagiku. Terimakasih murid-muridku, kalian memberikan warna dalam pengalaman hidupku....
suasana saat latihan terakhir, tetap tersenyum dan tidak pernah berhenti berbicara dengan teman yang lain :)
sebelum tampil, mereka tidak merasa takut. Dan yang paling melelahkan adalah saat moment ini, karena tidak ada satupun dari mereka yang bisa "diam"
Christin.....mungkin kelopak bunga yang dia pakai terlalu berat :) diluar dugaanku dia tidak takut, bahkan tampil dengan penuh percaya diri. Good job!
they all did a very good job! They sang "I'm a Policeman"
para guru dan murid2 setelah semua acara selesai
Dika, salah satu anak yang mengajarkanku banyak hal dan dia sangat membuat aku bangga!!Senyumnya tidak akan terlupakan.... Love you boy! :)
suasana saat latihan terakhir, tetap tersenyum dan tidak pernah berhenti berbicara dengan teman yang lain :)
sebelum tampil, mereka tidak merasa takut. Dan yang paling melelahkan adalah saat moment ini, karena tidak ada satupun dari mereka yang bisa "diam"
Christin.....mungkin kelopak bunga yang dia pakai terlalu berat :) diluar dugaanku dia tidak takut, bahkan tampil dengan penuh percaya diri. Good job!
they all did a very good job! They sang "I'm a Policeman"
para guru dan murid2 setelah semua acara selesai
Dika, salah satu anak yang mengajarkanku banyak hal dan dia sangat membuat aku bangga!!Senyumnya tidak akan terlupakan.... Love you boy! :)
Rabu, 06 Juni 2012
"unik dan terbaik"
Hari ini aku belajar lagi tentang rencanaNya yang begitu indah. Masih ingat dibenakku kejadian beberapa minggu yang lalu, sempat membuat aku kecewa dan merasa sangat bodoh. Rasanya tidak ada lagi harapan. Kemudian Dia mengijinkanku untuk melalui beberapa pengalaman, lewat itu aku sedang dibentuk. Lalu Dia masih juga mengijinkanku menemukan sebuah pengalaman yang aku anggap sebagai "kegagalan" lagi. Kemudian disaat akhir aku harus membuat keputusan, Dia justru memberikan pengalaman kepadaku (lagi). Dan inilah akhir dari perjalanan "pengalaman" yang Dia beri buatku. Oh Tuhan, meskipun terlihat seperti sia-sia dan tidak ada pilihan lain, Engkau justru membuat sesuatu yang "unik".
Pengalaman-pengalaman yang sudah Kau beri buatku justru menyadarkanku bahwa segala sesuatu harus diperjuangkan dan siap untuk mencoba apapun hasilnya. Satu lagi, belajar untuk selalu bersabar merupakan salah satu hal yang sampai sekarang ini masih terus Engkau ajarkan buatku. Sekarang aku sadar bahwa kadangkala Kau memberikan sesuatu dengan cara yang diluar perencanaanku, unik tapi selalu yang terbaik...
Setiap pengalaman yang aku alami adalah cerita indah yang akan mengajarkanku banyak hal, terlebih lagi mengajarkanku untuk mengandalkan Dia. Terimakasih Tuhan untuk semua pengalaman yang sudah aku alami. Semuanya menjadi kenangan manis dalam kehidupanku. Aku akan bersiap untuk menjalani pengalaman-pengalaman baru yang mungkin saja tak pernah kuduga sebelumnya!!
"Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk ini semua..."
Rabu, 30 Mei 2012
Pengalaman kedua: Malang Tempoe Doeloe
Untuk kedua kalinya aku bisa mengunjungi festival Malang Tempoe Doeloe, tahun lalu rasanya tak pernah terpikir akan bisa melihat festival ini lagi. Tapi sangat menyenangkan bisa melihat dan bercapek-capek ria mengitari jalanan IJEN di malang ^^
Dalam festival ini, banyak orang bergaya seperti tahun 70-80an... Bahkan ada barang-barang yang sekarang sudah termasuk barang antik. Sejarah kota-kota di Malang juga dijelaskan disini, meskipun tidak terlalu banyak. Yang paling menyenangkan adalah banyak makanan zaman dulu yang dijual disini. Hmmm, itu yang membuat aku semangat!!hehehhe....
Kita semua punya masa-masa yang bisa juga disebut tempoe doeloe, entah itu masa pedih atau masa bahagia. Tapi semua itu punya cerita masing-masing dan masa-masa itulah yang membuat kita kuat sampai sekarang....
Dibawah ini ada beberapa foto waktu festival Malang Tempoe Doeloe:
jajanan di Malang Tempoe Doeloe
salah satu stand yang menjual permen tempoe doeloe
melihat mereka berdandan seperti ini, sayang kalau tidak berfoto dengan mereka! Mereka sengaja seperti ini pada saat festival Malang Tempoe Doeloe
very crowded!! Jangan harap bisa berjalan santai dihari kedua dan ketiga, apalagi malam hari...big no!!
Selasa, 29 Mei 2012
senang mengenal orang2 yang Kau beri buatku
tidak terasa sudah hampir 9 bulan aku ada di Malang....
banyak orang2 baru yg Kau berikan dan menjadi bagian dalam perjalanan kehidupanku. Sungguh, mereka orang2 yang luar biasa yang pernah kukenal. Meskipun pada akhirnya harus berpisah (lagi), tapi pasti itu adalah perpisahan yang indah karena aku telah belajar banyak hal dari mereka. Bukan saja orang2 yang seumuran atau bahkan diatasku, tapi dari anak2 yang Tuhan percayakan untuk aku didik adalah orang2 yang juga berharga yang Kau beri dalam kehidupanku.... Tuhan, terimakasih untuk mereka semua!
mereka menginspirasiku....anak2 yang Tuhan pakai tuk membentuk pribadiku
teman-teman sekerja yang juga membantuku untuk belajar banyak hal
seorang teman yang memberiku kesempatan untuk berbagi, terimakasih!
teman-teman yang ikut training, aku belajar juga dari kalian. Terimakasih!
hari terakhir bersama Henni (teman training) sebelum dia pergi ke Papua, Semangat Henni...!!!!
Selasa, 06 Desember 2011
Mereka dan Kita
Diawal bulan Desember ini, setelah sekian lama absen di blog ini.... aq mengucap syukur sama Tuhan untuk semua hal yang sudah Dia berikan padaku, mulai dari hal yg kecil, sedikit menyusahkan (^__^) sampai yg besar dan menyenangkan!!!!
Sekarang, aq berada dimalang yg dulunya kota ini merupakan kota dingin dengan keadaan kota yg benar2 nyaman. Tapi untuk saat ini, Malang sudah tidak sama lagi dengan yg dulu. Malang sudah menjadi kota panas (tp yg pasti tdk sepanas kota Surabya), dengan kesibukan yg luar biasa (byk sekali kendaraan dijalan2 sampe2 Malang jg ikutan macet!!!!). tapi ya sudahlah, bukan itu yg akan q bahas disini.
Saat ini waktuku habis bersama dengan anak2 yg berbeda latar belakang, karakter, tingkat kemampuan, juga tingkah laku... Hffffftttt, tahukah kalian? Sangat tidak mudah ternyata mengajar mereka...(sempat frustasi, apalagi diawal2 mengajar mereka yg berusia 3-4 tahun....seperti NERAKA rasanya!!!!heheheheheheheh.........). Bingung, kesal, dan semua perasaan bercampur aduk seperti gado2 (^___^). Apalagi jika menghadapi anak2 yg mjd trouble maker alias pembuat onar di kelas (sumpeeehhhh ni anak bwt gw pengen teriak sekenceng2nya didepan kelas...tp untunglah itu gak terjadi....hahahah...). Yg lebih hebohnya, kalo gw bicara n ngajarin mereka, mereka malah nyuekin gw trus bicara sendiri!!! (haaadddduuuuhhh....pengen gw tabok beneran!!!!). Tapi, seiring berjalannya waktu, ternyata perasaan itu hilang dan digantikan dgn perasaan yg kontras bgt! Aku melihat mereka bukan bkn lg sbg oknum yg menyebalkan dan layak dimarahi tp sbg oknum yg menyenangkan, lucu dan layak dikasihi.
Diawal2, aq mengajar mereka dengan kepala bkn dgn hati. Dan hasilnya tentu saja spt yg kalian lihat diatas. Ternyata anak2pun dpt merasakan apa yg kita rasakan ketika bersama dgn mereka. Kalau kita bersama dgn mereka dan dgn perasaan spt yg q rasakan dulu, mereka tahu dan otomatis mereka merasa tdk nyaman dgn itu. Ketika aq menyadari itu, aq mau merubah sikap dan perasaanku terhadap mereka. Ini gak gampang. Memang, dulu aq jg mengajar anak2 sekolah minggu dan aq sangat menikmati itu. Tapi kondisi yg q alami skrg sgt berbeda dgn yg q alami waktu aq mengajar sekolah minggu. Mulai dr usia, latar belakang kepercayaan, sampai latar belakang keluarga. Tuhan yg merubah cara berpikirku juga semua perasaanku terhadap mereka. Sekarang, justru aq sangat menikmati saat2 bersama dgn mereka. Aq mengasihi mereka, dan ketika mereka melakukan sebuah “keonaran” aq melihat itu sebagai kelucuan. Faktanya, ketika kita memberikan hati kita untuk mengajar mereka, mereka akan mendengar kita dan melihat kita sbg org yg memberi kenyamanan bagi mereka.
Mereka adalah anak-anak yg juga manusia yg diciptakan dan dikasihi Allah. Tapi mereka bukanlah manusia dewasa yg dikerdilkan. Cara berpikir mereka berbeda, cara mengajar mereka berbeda, dan perbedaan yg mereka miliki dgn manusia dewasa justru mjd pembelajaran bagi manusia dewasa. Tahukah kita, dgn kata2 atau kalimat2 yg mereka lontarkan dgn kepolosan, ada makna yg terkandung didlmnya asalkan kita mau mendengar dan menyimak dgn mendalam. Memberikan hati bagi mereka bukanlah hal yg sulit, asal kita mau memberi diri kita kepada Tuhan juga kepada mereka!
Rasanya sulit jika harus berpisah dgn mereka. Sekarang, mereka mjd sahabat2 kecilku dan mereka mjd penyemangatku. Yg dulunya mereka selalu membuatku kesal dgn tindakan mereka yg tidak taat, skrg mereka selalu taat jika aq mengingatkan (yah...meskipun kadang2 hanya bertahan beberapa menit ^___^ tp tak apa2, yg penting mereka mengingat kata2 yg aq berikan kpd mereka yaitu TAAT).
Special thanks for DIKA, VAREL, MAHESA, ZULFI. Thanks God for them. Mereka membuat saya untuk merubah pola pikir saya.....
Langganan:
Postingan (Atom)











